SANGATTA – Musyawarah Wilayah (Muswil) VII Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 1806 Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Tahun 2023 dengan tema “Menjadikan RAPI yang berkualitas Menuju Kutim Sejahtera untuk Semua” sukses digelar. Muswil ini dibuka Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Sabtu (11/3/2023) pagi.

Pada kesempatan itu, Bupati Ardiansyah Sulaiman menyampaikan bahwa salah satu daya dukung di dalam informasi kekinian adalah dengan adanya radio antar penduduk indonesia. Meskipun sekarang sudah masuk era digital, namun kehadirannya tetap dibutuhkan.

“Saya kemarin bersama dengan RAPI Kutim saat perhelatan lomba mancing nasional. Mereka berada di lapangan selama 24 jam dan selalu siap di lapangan. Saya sangat bersyukur karena manfaatnya luar biasa sambil bisa memantau kegiatan di lapangan,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia berharap RAPI Kutim nantinya dapat memilih pimpinan atau ketua yang memang pro aktif di dalam melaksanakan tugas.

“Tugas sosial, tugas masyarakat dan tugas informasi yang tidak mengenal waktu dan tempat. Artinya saat dibutuhkan harus selalu siap,” jelasnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih karena telah diberikan Kartu Tanda Anggota (KTA) RAPI Kutim.

“Terakhir, selamat bermusyawarah. Saya kira musyawarahnya jangan terlalu lama karena cape juga. Jadi musyawarahnya itu bagusnya pake pantun “ikan sepat ikan gabus, makin cepat makin bagus”. Tapi musyawarahnya bersama bukan hanya asal tunjuk,” urainya.

Sementara, Ketua RAPI Daerah 18 Kaltim Andi Irwansyah Aznar menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah daerah Kutim yang telah memberikan support terhadap kegiatan RAPI Kutim.

“Saya selaku ketua daerah mengucapkan banyak terima kasih dan mudah-mudahan nanti pada pengurus yang akan datang ini terus disupport dan dibantu,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia berharap pada pelaksanaan Muswil RAPI ke-VII Kutim agar bisa memilih ketua yang betul-betul peduli dengan masyarakat dan peduli dengan kegiatan RAPI.

“Karena biar bagaimanapun organisasi RAPI ini adalah organisasi nasional bukan LSM karena kita berbasis pajak. Bahwa telekomunikasi di Indonesia ini penyumbang pajak terbesar kelima salah satu di antaranya kita juga menyumbang pajak kepada negara,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua RAPI wilayah Kutim sementara Andi Rifai menyampaikan bahwa awal mula RAPI Kutim terbentuk yakni pada tanggal 6 September 1996. Pada saat itu disupport oleh Superitendent HRD PT Kaltim Prima Coal dan diberikan ruangan untuk pertemuan. Dengan jumlah peserta yang hadir kurang lebih 100 orang.

“Alhamdulillah sampai sekarang ini keberadaan RAPI Kutim tetap berjaya di Kutim. Mohon support dan dukungan bapak bupati. Dengan organisasi ini bersedia membantu pemerintah dan juga warga masyarakat khususnya dalam hal komunikasi,” ulasnya.

Terakhir, ia mengucapkan terima kasih kepada panitia pelaksana Muswil yang telah mempersiapkan acara ini dengan baik dan berharap Muswil berjalan lancar sampai selesai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *