SANGATTA – Pemerintah Pusat telah menetapkan PPKM Level-1 untuk semua daerah. Untuk di Kaltim sendiri hanya Kabupaten Kabupaten Mahakam Ulu, dan Paser yang berada di zona kuning.

Kepala Dinkes Kutim, dr Bahrani Hasanal mengatakan delapan kabupaten/kota lainnya berada dalam zona merah tak terkecuali juga Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dengan 50 kasus aktif sampai hari ini.

“Di Kaltim ini memang sudah bertambah warnanya menjadi merah. Jadi kita imbau pada masyarakat bahwa covid ini belum hilang, jangan terlalu lalai tetap jaga protokol kesehatan (prokes),” ucapnya.

Walaupun saat ini virus yang beredar untuk gejalanya tidak seberat dan ketara seperti delta dulu. Namun dirinya mendapat kabar bahwa beberapa rumah sakit di Surabaya sudah hampir penuh oleh pasien Covid-19.

Bahrani membeberkan, gejala terinfeksi virus Covid-19 ini hanya seperti flu biasa, tanpa ada embel-embel lainnya. Bahkan hampir sulit dibedakan antara Covid-19 atau flu biasa.

“Ya mudah-mudahan ini mengarah ke endemi, artinya kalau misal di kabupaten ini terkena, maka yang lainnya belum tentu dan bahkan tidak ada, kalau pandemi kan seluruhnya kena,” ungkapnya.

Mantan RSUD Kudungga ini berharap, kedepannya baik masyarakat Kutim maupun kabupaten/kota lain bisa kembali hidup dengan normal.

Tetapi tidak melupakan prokes yang telah ada yakni 5M. Untuk beberapa waktu belakangan ini angka terkonfirmasi di Kutim masih naik turun, 10-15 orang per hari.

“Tapi biasanya paling lama lima hari sudah sembuh mereka,” tandasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *