SANGATTA – Rata-rata masyarakat miskin minim akses pada pekerjaan yang layak, biasanya berprofesi seperti pedagang berpenghasilan rendah, buruh industri, atau bekerja di sektor pertanian.

“Nah jadi kerjaannya tidak begitu layak. Lalu, banyak diantaranya kelompok lansia tanpa atau minim penghasilan,” kata Plt Sekretaris Dinsos Kutim, Budi Mulia.

Secara umum keluarga miskin ekstrem memiliki akses yang minim terhadap sanitasi, dan akses pada air minum yang bersih, serta tinggal di rumah yang sudah tidak layak huni.

“Seperti kurang lantai, dindingnya jebol, sudah di tambal-tambal. Mayoritas balita pada masyarakat miskin belum mendapatkan imunisasi,” jelasnya.

Jadi bukan hanya dari makan dan pendapatan saja, tetapi dari beberapa hal yang sudah disebutkan. Sebab itulah hal yang paling di soroti saat penilaian kemiskinan.

“Pendataan kan dilakukan tiap semester, lalu dilakukan Musdes. Jadi bisa saja keluarga yang semulanya masuk kategori miskin ekstrem keluar dari daftar itu,” terangnya.

Peningkatan ekonomi bisa membuat masyarakat yang terdaftar sebagai masyarakat miskin keluar dari statusnya.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *