SANGATTA – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), dr Bahrani Hasanal paparkan apa itu Tuberkulosis (TBC).

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi dan berpotensi serius terutama pada organ paru-paru.

Menurutnya, penyakit ini menjadi satu dari 10 penyebab kematian dan penyebab utama agen infeksius. Awal mula penyakit ini meningkat yakni pada tahun 1985.

“Iya sudah sejak dulu ini, dan sebagian karena munculnya HIV, virus penyebab AIDS. Jadi virusnya melemahkan kekebalan tubuh, setelah itu penderitanya tidak bisa melawan kuman TBC ini,” ucapnya.

Bahrani menjelaskan, bakteri penyebab TBC menyebar dari orang ke orang melalui droplet yang dilepaskan ke udara melalui batuk dan bersin.

Di Indonesia sendiri, kasus TBC terbilang cukup tinggi. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat pada tahun 2020 terdapat 351.936 kasus tuberkulosis yang mana sebagian besar penderitanya berusia produktif.

“Ada dua jenis, ada TBC Laten dan TBC Aktif. Kalau Laten ini kumannya berhasil di cegah oleh imun tubuh kita, jadi penderita nya tidak ada gejala, dan tidak menular juga,” terangnya.

Kendati demikian, infeksinya masih hidup dan satu hari bisa menjadi aktif. Oleh karenanya, harus segera dikonsultasikan dan dokter akan memberikan obat pencegahan TBC Aktif.

Mantan RSUD Kudungga ini memaparkan beberapa faktor pemicu TBC Laten berubah menjadi TBC Aktif adalah pengidap HIV yang mengalami infeksi dalam dua tahun terakhir.

“Ketika rontgen dada ada menunjukkan kondisi yang tidak biasa atau sistem kekebalan tiba-tiba melemah. Itu sudah aktif berarti bukan Laten lagi,” jelasnya.

Sedangkan untuk TBC Aktif ini sebaliknya, menurutnya kuman dalam tubuh sudah berkembang biak dan membuatnya menimbulkan gejala dan sakit, dan bisa langsung menularkan pada orang lain.

Menurut data, 90 persen kasus aktif pada orang dewasa berasal dari infeksi TB Laten. Infeksi aktif ini juga dapat resisten terhadap obat.

“Artinya, ada beberapa orang tertentu yang tidak bekerja melawan bakteri,” tandasnya.

Gejala umum ditimbulkan oleh TBC di paru-paru antara lain diantaranya batuk yang berlangsung lebih dari tiga minggu, batuk darah atau dahak (dahak), sakit dada, mudah lelah dan lemah, demam, panas dingin, keringat malam, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan.

Sementara, apabila TBC sudah menyebar ke organ lain dapat menyebabkan darah dalam urin dan kehilangan fungsi ginjal, jika TB mempengaruhi ginjal sakit punggung dan kekakuan, kejang otot, dan etidakteraturan tulang belakang jika TB mempengaruhi tulang belakang, mual dan muntah, kebingungan, kehilangan kesadaran, jika TBC menyebar ke otak. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *