SANGATTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memberikan ‘Abate’ pada masyarakat umum guna mengurangi penularan demam berdarah Dangue (DBD).

Kasi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kutim, Muhammad Yusuf mengatakan Abate merupakan cairan Larvasida sangat kuat yang secara efektif mengontrol fase jentik nyamuk sebagai penyebar penyakit.

“Abate ini lebih efektif untuk mengendalikan semua jentik nyamuk pada dosis rendah, ketimbang fogging. Karena nyamuk sekali bertelur bisa sampai 50, itu baru satu, coba bayangkan kalau banyak,” ucapnya.

Fogging hanya berfungsi membasmi nyamuk, misal dalam satu bak penampungan air ada 15-20 nyamuk yang bertelur, ketika disemprot fogging paling banyak membunuh 5-10, dan sisanya terbang.

Sedangkan telurnya masih hidup banyak, kemungkinan mati hanya 10 persen, tetapi apabila menggunakan Abate bisa dipastikan baik nyamuk maupun telurnya (jentik) akan mati dengan waktu cepat.

“Kita siapkan Abate ini di puskesmas se-Kutim, jadi kalau masyarakat mau langsung saja ke puskesmas terdekat untuk meminta Abate, ini gratis tidak dipungut biaya sepeserpun,” ungkapnya.

Penyediaan Abate gratis di fasilitas kesehatan belum dinilai efektif, pasalnya tidak semua masyarakat faham atau mengerti terkait kegunaan dari Abate ini.

Yusuf juga mengaku kebingungan terkait pendistribusian selain menyerahkan pada fasilitas kesehatan yang ada. Pihaknya juga mengusulkan sosialisasi namun terkendala anggaran.

“Sekian itu masyarakat lebih percaya pada fogging ini tadi, padahal dampaknya juga tidak bagus untuk pernafasan makhluk hidup. Maka yang paling aman adalah berantas jentiknya,” imbuhnya.

Dengan abatesasi dan pelaksanaan 3M yakni menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air dan mengubur barang bekas.

Ia menjelaskan apabila masyarakat membudayakan dua hal tersebut maka dapat dipastikan kasus DBD bisa menurun.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *