SANGATTA – Ekpor pisang kepok di Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sempat terkendala atau terhenti selama tiga bulan.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Peternakan dan Pertanian (Dispertan) Kutim, Dyah Ratnaningrum diruang kerjanya.

“Kemarin sempat 3 bulan terhenti karena tingginya ongkos transportasi ya atau jasa angkutan yang harganya tinggi,” ucapnya.

Diketahui pada 2022 ini di bulan Januari, Februari, Maret ekspor pisang di Kecamatan Kaubun terhenti sementara, sedangkan permintaan membludak.

Tingginya transportasi pada tiga bulan lalu harus membuat pihak yang bersama koperasi TBM pisang kepok harus putar otak.

“Ongkosnya terlalu tinggi, hingga mereka tidak bisa menutup modal. Sedangkan pemesan juga tidak mau menaikkan harga,” imbuhnya.

Namun pada April ekspor kembali dilakukan ke lima negara dan luar daerah Kalimantan Timur (Kaltim) dengan bekerjasama dengan pihak lain.(adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *