SANGATTA – Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman menerima balasan atas surat undangan yang ditujukan pada orang nomor satu di Republik Indonesia.

Kala itu, atas permintaan dari kelompok tani binaan Koperasi Taruna Mandiri (TBN) di Kecamatan Kaubun. Karena merekalah pelaku ekspor pisang kepok ke berbagai negara.

“Tanggal 28 September ini Presiden RI Joko Widodo akan datang ke Kecamatan Kaubun, untuk bertemu langsung dengan TBN,” ucapnya.

Meraup untung miliaran rupiah dengan pisang kepok tentu menarik minat pimpinan negara itu. Sebab Kutim telah menjalankan instruksi ekspor.

Bahkan nilai ekspor melebihi target yang diberikan Presiden RI. Di mana, dalam tiga bulan Kutim sudah dua sampai tiga kali ekspor pisang.

“Pak Presiden nanti akan melepas ekspor pisang kepok yang kesekian kali ke beberapa negara. Ini tentu akan kita manfaatkan untuk menyampaikan beberapa pembangunan,” ungkapnya.

Jawaban undangan dari Bupati Kutim itu diperoleh dari Menteri Sekertaris Negara (Mensesneg) Pratikno, beberapa waktu lalu.

Untuk diketahui, bahwa sejak Januari hingga September 2021 lalu koperasi TBM di Kaubun telah berhasil mengekspor 865 ton pisang kepok dan menghasilkan omset hingga Rp 12.512 miliar.

“Pengiriman terbanyak terjadi pada Agustus dan September. Mencapai 160 ton dengan tujuan ekspor ke Kanada,” imbuhnya

Sedangkan untuk nilai saksinya mencapai Rp 3.840 miliar. Data yang dimiliki TBM mencatat perkebunan pisang kepok di Kaubun mencapai 1.700 hektar.

Dan dikelola oleh koperasi TBM sesuai informasi yang diterima, setiap bulan para petani di kecamatan ini berhasil mendistribusikan 96,1 ton pisang kepok ke lima negara diantaranya Kanada, Malaysia, Pakistan, Yunani dan Taiwan.

Kepala Dinas Peternakan dan Pertanian (Dispertan) Kutim, Dyah Ratnaningrum mengapresiasi kabar baik yang datang dari orang nomor satu di RI tersebut.

Menurutnya ini merupakan kesempatan langka, namun sudah menjadi suatu kebanggaan Kecamatan Kaubun mampu melebihi target ekspor yang diberikan Presiden Joko Widodo.

“Saya rasa sebagai daerah dengan nilai ekspor yang tidak main-main tentunya memang sudah seharusnya bapak presiden untuk datang menengok langsung prosesnya,” ucapnya.

Terlebih keuntungan yang dihasilkan tak main-main, miliaran dalam satu kali ekspor ke lima negara yang ada dan memesan pisang kepok dari Kutim sejak lama.(adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *