SANGATTA – Setelah tiga bulan terhenti karena pembiayaan ongkos kirim yang mahal, kini Koperasi Taruna Mandiri (TBM) sudah mendapatkan buyer baru.

Kepala Dinas Peternakan dan Pertanian (Dispertan) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kontrak dipegang selama dua tahun.

“Kita dapat buyer baru lagi dari Singapura, itu kontrak nya selama dua tahun, dengan PT. ELT kalau tidak salah,” kata Dyah.

Untuk pengerjaannya telah dimulai sejak Agustus kemarin dan baru di launching dengan harga Rp 26.000 per sisir.

“Nah setiap 15 hari itu kita mengirim 3000 sisir ke Singapura, selama dua tahun berturut-turut. Dengan nilai kontrak Rp 35 miliar,” imbuhnya.

Namun saat ini menjadi kendala besar bagi pertanian pisang kepok lahan yang sedikit atau sekitar 1.200 hektar di Kecamatan Kaubun.

“Lahan pisang kita hanya segitu dengan memenuhi kebutuhan pesanan pisang yang saat ini luar biasa besarnya untuk ekspor itu,” ucapnya.

Biasanya dalam lahan 1.200 hektare tersebut Kaubun berhasil mengekspor 1.225 ton pada 2021 kemarin.(adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *