SANGATTA – Penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kutai Timur (Kutim) diawasi dua instansi, yakni Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Kesehatan (Dinkes).

Menurut Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinsos Kutim, dr Ernata Hadi Sujito pasien ODGJ yang sudah diperbolehkan kembali ke keluarganya masih harus mengkonsumsi obat.

“Jadi ketika kita kembalikan ke keluarganya, maka akan diberikan obat, keluarganya diedukasi, terkait bagaimana agar bisa 100 persen normal, dan bisa sembuh total,” ungkapnya.

Setelahnya, akan diberitahukan makanan yang wajib di konsumsi, termasuk penanganan apabila sewaktu-waktu pasien tersebut kembali mengamuk.

Diketahui, sebelum dikembalikan pada keluarga, ada beberapa yang tidak bisa menerima dan tidak mau mengurus, faktor lingkungan juga bisa mempengaruhi.

“Kita berikan pemahaman, bahwa keluarga kita ini bisa sembuh nanti. Jika kita perlakukan dengan baik, tapi kalau tidak kita perlakukan yang baik sebentar saja pasti kambuh lagi,” imbuhnya.

Sebab pikiran yang tertekan dapat jadi pemicu. Untuk satu pasien di Teluk Pandan diketahui sering dirawat di rumah sakit jiwa (RSJ).

Namun setelah didatangi oleh Dinsos Kutim dan diberikan therapy penyadaran sudah berangsur-angsur membaik dan sudah berjalan satu bulan.

“Sebulan ini aman-aman aja, bahkan saya datang kemarin itu, beberapa Minggu yang lalu saya kesitu dia sudah kerja, di ladang,” ucapnya.(adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *