SANGATTA – Kepala Dinas (Kadis) Pertanian dan Peternakan Kutim mengunjungi Komunitas Peternak Mandiri Sangatta (KPMS).

Sesuai visi dan misi Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan Kasmidi Bulang, untuk meningkatkan kesejahteraan peternakan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Kadis Pertanian dan Peternakan Kutim, Dyah Ratnaningrum menyampaikan rasa bangga kepada komunitas peternak yang sudah berhasil mengembangkan hewan ternak baik sapi, kambing maupun kelinci.

“Saya bangga melihat peternak di Sangatta sudah berhasil mengembangkan ternak mereka secara mandiri,” ucapnya saat diwawancarai melalui sambungan telepon.

Dalam kunjungannya tersebut, perempuan yang akrab disapa Dyah didampingi PPL Sangatta Selatan, pengurus KPMS, dan LPB PT PAMA sebagai pembina Komunitas.

Lebih lanjut, Dyah memaparkan rencanakan program pengembangan dibidang peternakan, yang akan di sinergikan dengan sektor pertanian, menurutnya dua sektor ini ada keterkaitan satu dengan yang lain.

“Kan petani memerlukan pupuk, sedangkan peternak memerlukan pakan, jadi keduanya bisa bersinergi,” lanjutnya.

Ia juga berharap, KPMS bisa menjadi contoh bagi peternak yang lain, sehingga ke depanya Kabupaten Kutai Timur bisa menjadi swasembada ternak, tanpa mendatangkan hewan ternak dari daerah lain.

Senada dengan program pemerintah melalui Dinas Pertanian dan Peternakan, Ketua Komunitas Peternak Mandiri Sangatta (KPMS) Wahyu Winarko menjelaskan, kedepan KPMS akan membuat rumah pakan dan kompos.

“Kami sudah mempersiapkan tempat dan pakan ternak yang akan diproduksi oleh KPMS diantaranya, pakan fermentasi bagi peternak sapi dan kambing serta pakan pelet untuk hewan kelinci,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wahyu menjelaskan, dengan adanya pakan tersebut, diharapkan dapat membantu para peternak agar tidak mencari rumput setiap harinya, jika ketersediaan pakan fermentasi sudah ada.

Selain pakan, KPMS juga akan memproduksi pupuk kompos dan pupuk cair yang dibutuhkan oleh para petani.

“Dibantu dan dibina oleh LPBE PT Pama untuk pakan dan kompos produksi KPMS, sudah diuji di laboratorium. Bahwa kandungan pakan sudah sangat baik untuk hewan ternak, serta kompos kandungannya sangat baik untuk menyuburkan tanaman,” urai Wahyu.

Saat kunjungan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan tersebut, Ketua KPMS dan Dosen serta beberapa mahasiswa STIPER Kutai Timur, juga memperagakan cara membuat pakan fermentasi dan engolahan pupuk cair dari urine hewan ternak.

Wahyu berharap, KPMS kedepan dapat terus dibantu dan dibimbing baik dari pemerintah melalui dinas terkait, perusahaan, dan STIPER Sangatta, agar kegiatan peternakan di KPMS ini bisa berjalan dengan baik sesuai dengan cita-cita yaitu Kabupaten Kutai Timur Swasembada Ternak.(adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *