SANGATTA – Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) akan terus dilaksanakan tiap kecamatan se Kabupaten Kutai Timur (Kutim) hingga 29 Juli 2021 mendatang.

Target anak yang ada di Kutim sebanyak 85.239 yang berusia 9 bulan hingga 12 tahun. Terdapat dua jenis vaksin yang diberikan, yakni vaksin tambahan dan imunisasi kejar.

Campak dan rubella masuk dalam vaksin tambahan, sedangkan imunisasi kejar adalah pemberian vaksin rutinan yang sempat dua tahun tertunda akibat pandemi.

“Vaksin rutin yang biasa berlangsung di pos yandu, kita kejar di bulan ini, jadi seperti menambal, misal kita lihat dibuku KIA nya, vaksin apa yang belum terpenuhi, disini kita berikan,” ucap Bahrani Hasanal, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim.

Pemkab juga berharap dengan adanya BIAN ini, seluruh anak mendapatkan vaksin yang semestinya, serta dapat mencegah penyakit-penyakit seperti campak dan rubella.

Saat ini target capaian dari pemerintah pusat sebanyak 95 persen, sedangkan Kutim baru memenuhinya 51 persen hingga akhir bulan Juli ini.

“Makanya tadi kita berharap penyakit-penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi bisa dicegah dengan melengkapi imunisasi anak ini,” ujarnya.

Ia berharap agar banyak orangtua yang menyadari pentingnya imunisasi ini, sehingga bisa diikuti banyak anak-anak di Kutai Timur guna memenuhi target yang diberikan pemerintah.

Program BIAN diwujudkan sebagai upaya menutup kesenjangan imunitas anak dengan melakukan harmonisasi kegiatan imunisasi tambahan (campak-rubela) dan imunisasi kejar (OPV, IPV, dan DPT-HB-Hib).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *