SANGATTA – Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Irwan Yuwinda katakan sebanyak 779 guru dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) belum digaji.

Padahal, Surat Keputusan (SK) pengangkatan telah diterima sejak Mei 2022 lalu yang diserahkan secara langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.

Namun nampaknya mereka harus lebih bersabar, karena dalam beberapa bulan ke depan sejak menerima SK, mereka belum bisa menerima gaji dan tunjangan tambahan penghasilan pegawai (TTP).

“Untuk gaji dan TTP tersebut belum teranggarkan dalam APBD Murni 2022 ini. Kami belum mengusulkan pengajuan gaji tersebut dalam APBD tahun ini, jadi untuk PPPK tahap pertama dan kedua belum bisa menerima gaji dalam waktu dekat ini,” ucapnya.

Tentu saja, Disdik akan mengajukan pada APBD perubahan 2022, sekaligus menambal gaji yang belum sempat dianggarkan pada APBD murni. Hal tersebut sudah disampaikan saat pengarahan kepada P3K, disela kegiatan penyerahan SK.

“Memang harus dipahami, mekanisme penganggaran dilakukan setahun sebelum tahun anggaran berjalan. Makanya hak tahun berjalan ini belum tersedia dalam APBD murni. Karena SK PPPK itu baru terbit Februari dan Mei (2022). Ada tahapannya,” imbuhnya.

Karena itu kewajiban, pihaknya menunggu arahan selanjutnya. Sebab, tetap harus ada alokasi skala prioritas terhadap kebutuhan belanja tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *