SANGATTA – Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur (Dinkes Kutim) sudah mulai kembali memberikan vaksin pada anak mulai umur sembilan bulan hingga 12 tahun.

Menurut data yang dimiliki tiap-tiap pos yandu, cakupan pemberian vaksin ini kian menurun karena adanya pandemi Covid-19.

Kadinkes Kutim Bahrani Hasanal menerangkan pada 2022 ini Kementrian Kesehatan (Kemenkes) mencanangkan program BIAN (Bulan Imunisasi Anak Nasional).

“BIAN ini sebagai upaya untuk menutup kesenjangan imunitas anak dengan melakukan hamonisasi kegiatan imunisasi tambahan (campak-rubela) dan imunisasi kejar (OPV, IPV, dan DPT-HB-Hib),” ucapnya.

BIAN sendiri merupakan program yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan untuk menggenjot cakupan imunisasi rutin anak yang sempat menurun selama pandemi COVID-19.

Pemberian vaksin ini sebenarnya sudah dimulai sejak pertengahan Mei lalu, namun hingga kini persentase nya baru mencapai 49 persen.

Berdasarkan data, sebanyak 80 ribu anak menjadi target vaksinasi, oleh karenanya Dinkes akan menggandeng Dinas Pendidikan (Disdik) Kutim untuk bekerja sama.

“Kita kerja sama dengan Disdik untuk anak-anak yang sudah mulai bersekolah, selain itu Kementrian Agama (Kemenag) juga untuk lingkungan pesantren,” terangnya.

Kolaborasi ini dilakukan untuk mengejar cakupan vaksin, mengingat program ini akan berakhir pada 29 Juli 2022 mendatang.

“Kami juga menghimbau kepada para orang tua yang memiliki anak yang belum mendapatkan vaksinasi, agar bisa hadir untuk berpartisipasi,” jelasnya.

Untuk diketahui Kaltim masuk dalam program tahap pertama yang sudah dimulai sejak Mei 2022, bersama dengan pulau Sumatera, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *