Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman. (Enggar)

Liputankaltim.com, Sangatta – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini ditetapkan dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level-1 per 4 Januari 2022 kemarin.

Bupati Kabupaten Kutim Ardiansyah Sulaiman secara langsung mengumumkan instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tersebut pada awak media.

Selaku pimpinan daerah, dirinya sangat bersyukur karena Kutim secara umum sudah masuk dalam kategori PPKM level-1. Namun demikian bukan berarti ancaman penularan virus covid-19 sudah berhenti. Untuk itu ia meminta agar masyarakat tak lengah dan selalu waspada.

“Saya sangat bersyukur Kabupaten Kutim telah masuk dalam PPKM level-1, namun tetap terapkan protokol kesehatan (prokes) dan lakukan 5 M,” ucapnya, Rabu (5/1/2022).

Prokes yang saat ini telah menjadi kebiasaan bagi masyarakat tak hanya Kabupaten Kutim sendiri namun juga seluruh wilayah Indonesia.

Yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. Kemudian, terkait capaian vaksinasi covid-19 yang masih rendah dibeberapa kecamatan di daerah ini, Ardiansyah secara daring memerintahkan kepada semua Camat untuk segera memperbaharui data penduduk terkait jumlah target sasaran vaksinasi yang belum bisa dicapai oleh beberapa kecamatan.

“Saya minta cari data hingga dimasing-masing RT, disetiap kecamatan. Agar masalah tersebut tidak berkepanjangan,” pintanya.

Selanjutnya menyangkut Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang kembali dilaksanakan pada tahun ajaran semester genap di 2022, disesuaikan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri (Menkes, Medikbud Ristek, Mendagri dan Menag) 21 Desember 2021.

Dalam SKB disebut bahwa mulai Januari 2022, seluruh satuan pendidikan yang masuk pada wilayah PPKM level 1, 2 dan 3 wajib melaksanakan PTM terbatas. Pemerintah Daerah tidak boleh melarang PTM terbatas bagi sekolah yang memenuhi kriteria.

“Saya sudah minta Disdik selalu koordinasi dengan Dinkes, agar persoalan teknis di lapangan bisa langsung diselesaikan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *