Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kutim Sudirman Latif saat dalam forum.(zam)

Liputankaltim.com, Sangatta – Fokus Group Discussion (FGD) dengan tema Migitasi Konflik Sosial Antar Pekerja Tambang PT Kaltim Prima Coal (KPC) telah berlangsung di Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada Jum’at (3/12/2021) kemarin.

Terkait hal ini, Kepala Disnakertrans Kutim Sudirman Latif menyampaikan sesuatu dengan yang disampaikan oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, pihaknya menanggapi kegiatan ini secara makro. Yang mana kehadiran pekerja disektor pertambangan pasti ada permasalahan atau konflik-konflik didalamnya.

“Kita faham tiap lembaga, perusahaan apalagi pertambangan, itu pasti ada yang namanya permasalahan dan konflik-konflik. Itu juga yang disampaikan oleh pak Bupati tadi kan,” ucapnya, Sabtu (4/12/2021).

Pria yang akrab disapa Dirman ini membeberkan, untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya telah mendesign kegiatan ini menjadi sebuah design penelitian seperti tema diatas. Ia juga menjelaskan ini baru tahap awal dari kegiatan.

Dimana perancangan ini tidak hanya disektor pertambangan saja, akan tetapi juga mitigasi disektor perkebunan yang menjadi fokus selain pertambangan dan dilakukan secara bertahap.

“Nah kami syukurinya ini bersamaan dengan peneliti untuk menyelesaikan disertasi program doktoralnya yang mengambil lokasi fokus di PT KPC,” bebernya.

Disnakertrans menangkap peluang baik ini dan dikerjasamakan, sehingga kajian-kajian akademis akan sangat membantu pihaknya dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan konflik sosial diantara pekerja baik disektor pertambangan, perkebunan juga perindustrian.

Selain itu Dirman juga tidak memungkiri ada permasalahan-permasalahan hubungan industrial dari segi perusahaan yang tidak terkecuali di perusahaan tambangan, perindustrian dan perkebunan.

“Pasti ada permasalahan semacam itu, nah ini makin diantisipasi secara dini, makin meminimalisasi munculnya permasalahan yang ada, itu sebenarnya tujuan utama kami,” jelasnya.

Sehingga nantinya disisi ketenagakerjaan pihaknya tidak terlalu repot dengan munculnya berbagai permasalahan, karena hal ini telah diantisipasi sejak awal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *