Kepala Dinas Kesehatan Kutim Bahrani Hasanal.(ist)

Liputankaltim.com, Sangatta – Pandemi covid-19 belum usai meski sudah kian melandai namun menurut data dari Surveilans Kabupaten Kutai Timur (Kutim) milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, masih ada 10 kasus aktif.

Kepala Dinkes Kutim Bahrani Hasanal membeberkan jika 10 kasus ini merupakan pasien dengan gejala ringan atau isolasi mandiri. Sejak diumumkannya Kabupaten Kutim memasuki Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level-2 belum ada penambahan kasus aktif sama sekali.

Pada tanggal 29 November 2021 kasus terkonfirmasi sebanyak 12 orang, dan turun dikeesokan harinya menjadi 10 orang saja.

“Beberapa hari sempat 12 orang kalau tidak salah pada Senin lalu. Besoknya ditanggal 30 November itu sudah turun jadi 10 orang, yang dua orang sudah sembuh,” ungkap Bahrani, Rabu (1/12/2021).

Meski demikian, nyatanya Bahrani tidak membenarkan masyarakat untuk mengabaikan protokol kesehatan (prokes) karena menurutnya pandemi bisa saja naik sewaktu-waktu.

Menurutnya, pandemi tak dapat ditebak, dan yang dikhawatirkan virus covid-19 akan kembali memuncak terlebih covid dengan varian baru telah menguasai Negara tetangga yakni Malaysia dan Singapura.

“Meski landai, kita tidak benarkan untuk melupakan Prokes yang selama ini kita terapkan, kita takutkan nanti sewaktu-waktu malah meroket, angka terkonfirmasi kita naik lagi,” ucapnya.

Selain himbauan tetap taat Prokes covid-19, Bahrani juga terus mengingatkan pada masyarakat terkait penyakit lainnya yang tak kalah serius, seperti HIV/AIDS dan TBC.

“Meski saat ini kita fokus untuk terus menekan angka covid-19, tapi penyakit lain yang bisa dibilang cukup sulit seperti HIV/AIDS dan TBC itu harus kita perhatikan, jangan sampai ada penambahan dengan kasus yang ada saat ini,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *