Ilustrasi antrean panjang di SPBU.(ist)

Liputankaltim.com, Sangatta – Demi memberikan kemudahan bagi instansi pelayan masyarakat dalam memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kutai Timur telah membuat telaahan staf, agar kendaraan pelayanan tidak perlu mengantri di SPBU.

Menurut Keterangan Kepala Disperindag Kutim Zaini melalui Kepala Seksi Dalam Negeri Ahmad Doni Efriadi, ditemui diruang kerjanya beberapa waktu yang lalu menjelaskan. Jika pihaknya telah membuat surat dan ditanda tangani langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.

“Kita sudah bikin dan ditanda tangani oleh Bupati, kita juga sudah kirimkan keseluruh SPBU yang ada di Kutim. Untuk prioritaskan pengisian solar kendaraan penting, seperti Ambulance, Mobil Pemadam dan Truk Sampah. Mereka tidak ikut antrean karena mereka melayani masyarakat,” jelas Dony.

Dirinya menyadari, dengan panjangnya antrean di SPBU untuk mendapatkan solar. Sangat riskan bagi kendaraan-kendaraan tertentu, pasalnya kendaraan tersebut diperlukan kecepatan dalam melayani masyarakat. Jika terjadi keterlambatan lantaran antrean maka masyarakat lah yang dirugikan.

“Kita koordinasi dan komunikasi terus dengan pihak SPBU, maupun Dinas Pemadam Kebakaran, Rumah Sakit dan Upt Kebersihan. Alhamdulilah pelayanan kepada masyarakat sampai sekarang berjalan beriringan,” tambahnya.

Disperindag pun turun tangan, saat terjadi kendala komunikasi antara SPBU dengan truk sampah beberapa waktu yang lalu. Setelah dikomunikasikan baik-baik bukan penolakan yang dilakukan oleh SPBU, melainkan kesalah pahaman semata.

Diberitakan sebelumnya, minimnya stok BBM jenis solar yang ada di SPBU membuat antrean khususnya truk mengular. Alhasil, ada beberapa kendaraan yang tidak mendapatkan solar lantaran telah habis, sehingga kendaraan pelayan publik juga tidak dapat beroperasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *